BUSINESS PERFORMANCE REVOLUTION

0 komentar

Makalah ini saya buat untuk memastikan bahwa para manajer/eksekutif perusahaan anda telah memberikan produktivitas dan hasil optimal untuk mencapai tujuan bisnis yakni penjualan dan profitabilitas serta pertumbuhan.

Mengingat persaingan bisnis akan semakin ketat dan genting, apalagi dengan terbentuknya AFTA, maka diperlukan program yang radikal dan inovatif untuk mencapai target itu, salah satunya adalah menggunakan teknik ini untuk merevolusi dan mengendalikan pikiran dan perilaku manajer/eksekutif anda agar mempunyai
ketergesaan dan kemampuan untuk memacu produktivitas mereka dan tim.

Saya merancang program ini berdasarkan premis bahwa banyak manajer/eksekutif perusahaan bisnis kita yang bekerja jauh di bawah kapasitas mereka dan kepatutan, khususnya dalam situasi bisnis yang sedemikian kritis dan kompetitif. Banyak di antara mereka yang sesungguhnya mampu memberikan hasil yang lebih besar dan lebih cepat, namun tidak mereka lakukan karena beberapa faktor; juga cukup banyak dari mereka yang sesungguhnya belum layak menjadi manajer/eksekutif juga karena beberapa faktor.

Tentu saja premis itu saya sampaikan bukan karena sentimen atau kebetulan, melainkan berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama lebih 6 tahun menjadi pelatih konsultatif di berbagai skala dan jenis industri, ditambah pengalaman kerja dan pembelajaran informal maupun akademik yang relevan.

Menurut pengamatan saya, manajer/eksekutif yang kinerjanya buruk atau marginal, pertama-tama disebabkan karena working environment (budaya perusahaan, etos kerja, dan leadership) yang tidak kondusif terhadap prestasi. Bisa karena tidak diketahui, tidak dibiasakan, tidak dipaksakan, atau tidak ada sistem kompensasi meritokratis.

Kinerja manajer/eksekutif yang buruk, marginal, atau produktif tidak secara konsisten dan konsekuen dievaluasi, dibina, dan dikompensasi (memuaskan dipuji dan dihargai lebih; marginal dan buruk dibina serta dimotivasi; yang buruk dan tidak bisa dibina lagi adalah di..bina..sa..kan = phk), melainkan dibiarkan floating apa adanya.

Paling hebat ditegur atau dibina, atau dimutasikan ke bagian yang tidak penting (di beberapa perusahaan mereka dimutasikan sebagai 'staf ahli' atau ke litbang: sehingga singkatan penelitian dan pengembangan diplesetkan menjadi 'sulit berkembang').

Demikian pula manajer/eksekutif yang produktif dan berprestasi, mereka tidak dihargai secara patut (bahkan ada yang 'dipasung' karena dianggap mengancam posisi karier atasannya) sehingga mereka merasa frustrasi, demotivasi, dan akhirnya menjadi pasif atau hengkang ke perusahaan lain yang kondusif.

Perusahaan rugi dua kali, bukan?

Faktor lain yang menghambat prestasi atau produktivitas manajer/ eksekutif adalah tidak adanya visi-misi-strategi-program yang jelas-tegas secara kualitatif dan kuantitatif dari perusahaan untuk dirinya dan timnya, sehingga mereka tidak bisa mengerahkan segenap sumber daya dan komitmen mereka untuk mencapai target.

Biasanya visi-misi perusahaan hanya bersifat slogan klise yang kualitatif dan puitis untuk dibingkai dan dipajang di aula kantor; bukan untuk dijabarkan secara rinci dan terus-menerus kepada segenap karyawan untuk dipahami dan dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Jika tidak percaya, tanyakanlah karyawan anda, apakah mereka semua paham tentang apa yang menjadi tujuan perusahaan, dan bagaimana cara mencapai tujuan itu?

Hasilnya bisa sangat memprihatinkan: mereka tidak tahu, atau mereka tahu tapi tidak melaksanakannya, karena mereka tidak tahu caranya atau karena mereka anggap hal itu hanyalah penghias dinding belaka. Hasil akhirnya: tidak ada cukup orang yang bersemangat dan committed untuk mencapai hasil bisnis yang memuaskan.

Nah, berangkat dari premis itu, saya merancang suatu program aksi yang bisa anda pergunakan untuk merevolusi kinerja bisnis anda. Kata 'revolusi' artinya perubahan cepat. Kata kinerja maksudnya adalah profitabilitas dan pertumbuhan.

Kita mulai dari level manajer/eksekutif karena mereka adalah key person. Setelah mereka kita revolusi, biarkanlah mereka merevolusi bawahan atau dm mereka. Karena memang, perbaikan kinerja harusnya dimulai dari atas ke bawah. Sama seperti mengubah karakter individu, harus dimulai dari inner-man ke outer-man.

Apakah anda ingin merevolusi kinerja level eksekutif dan manajer, ataukah manajer saja, tergantung dari kebutuhan serta otoritas yang anda miliki. Bagi shareholder, tentu bisa dan perlu melakukannya dari level BOD, CEO, dan Manager.

Namun bagi GM, BOD, atau CEO, bisa dimulai dari level Manager.
Di bawah ini akan saya jabarkan tahapan yang diperlukan untuk melakukan revolusi kinerja dan mencapai target sales-profit memuaskan dan cepat:
• Buatlah visi-misi-strategi-program perusahaan untuk jangka panjang, menengah dan pendek, secara kualitatif dan kuantitatif; sebaiknya anda libatkan semua key person untuk berpartisipasi dalam pembuatannya, agar realistis dan memiliki tim-spirit, sehingga mau dilaksanakan bersama.

— Dalil Sukses: Perubahan dan pencapaian tujuan yang spektakuler bagi bisnis lama ialah harus memperlakukannya seperti bisnis baru, yakni: Apa target/tujuannya? Bagaimana cara
mencapai nya?
- Jadi bukan seperti yang kebanyakan business-process reengineering gagal lakukan karena melanggar dalil sukses: Ini target baru kita, dan ini keadaan lama kita, nah bagaimana kita menyesuaikannya agar tercapai? Nonsense! Karena kit a tidak bisa menambal kain lapuk dengan kain baru, karena keduanya akan terkoyak!

• Buatlah target kualitatif-kuantitatif untuk setiap manajer departemen atau eksekutif.
• Pastikan bahwa sernua orang di dalam perusahaan memahami apa yang menjadi tujuan dan program penting perusahaan, melalui sirkuler, tatap muka, dan pembinaan terus-menerus dari atasan langsung setiap karyawan 
• Jika anda telah memiliki semua itu, atau jika anda belum memiliki semua itu, marilah kita fokus kepada pencapaiantarget penjualan dan profltabilitas di tahun ini:
— Berapakah target (sales & profit) perusahaan anda di tahun ini?
— Berapakah yang sudah tercapai, dan mengapa?
— Berapakah yang belum tercapai, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya?
— Pilahlah target tahunan menjadi target bulanan, mingguan, dan harian
— Berarti waktu anda dan tim sisa sekian bulan untuk mencapai atau tidak mencapai target perusahaan
• Setiap bulan, kumpulkan semua manajer/eksekutif anda selama 2 hari untuk bertemu dan membahas kinerjanya dalam Progress Meeting:
- Apa dan berapa targetnya? Berapa pencapaiannya per bulan ini, mengapa? Apa yang akan dilakukannya untuk memastikan pencapaian hasil bulan ini, mengapa demikian?
— Apakah setiap manajer telah mentransfer tujuan dan program perusahaan ke semua bawahannya sehingga dimengerti dan dilaksanakan dengan baik, mengapa dan bagaimana?
- Apakah kendala dan kelemahan yang dialami setiap manajer dan timnya dalam mencapai target harian-mingguan-bulanan, dan apakah telah diberikan solusinya?
- Apakah peluang dan kekuatan setiap manajer dan timnya dalam mencapai target, mengapa dan bagaimana hal itu ditularkan kepada manajer lain?

• Apakah ide, saran atau kritikan manajer kepada perusahaan?
• Setiap manajer/eksekutif yang hadir dalam Progress Meeting bulanan harus sudah mempersiapkan laporan dan makalahnya yang akan dipresentasikan di forum secara singkat; dengan tujuan agar semua key manager mengetahui apa yang sudah sedang-akan terjadi pada kinerja rekan dan perusahaannya per hari ini.
• Pada hari kedua dilakukan acara 'Brain-Washing' menggunakan PSYCHO-SUGGESTION* berupa pelatihan dan pemotivasian yang men-drill pikiran dan emosi peserta agar berperilaku sebagaimana yang perusahaan inginkan, yakni: mempunyai karakter positif, disiplin, rajin, inisiatif, inovatif, pembelajar, profitminded dan intrapreneurship; dengan demikian kompetensi dan motivasi serta produktivitas setiap manajer/eksekutif meningkat setiap bulannya.

*PSYCHO-SUGGESTION adalah bagian Hypno-Therapy,
teknik persuasi yang biasa dipergunakan oleh Hypnotherapist untuk mengubah kebiasaan/perilaku negatif pasien, misalnya kecanduan rokok/alkohol, obesitas, pesimis, minder, malas, stres/depresi, dengan cepat, melalui pemrograman ulang pikiran bawah sadar (sub-conscious mind reprogramming).
- Premisnya ialah: Pikiran bawah sadar mempengaruhi pikiran sadar mengeluarkan buah pikiran/perkataan/tindakan, yang jika diulang-ulangi akan menjadi kebiasaan, dan setelah permanen menjadi karakter. Karakter seseorang itulah yang akan menentukan 'nasib' seseorang (atau kelompok orang) apakah
sukses atau gagal, kaya atau miskin, marginal atau superb
— Dengan memberikan Post Hypnotic Suggestion pada subconscious mind orang, maka perilaku seseorang dapat diubah lebih cepat dan lebih mudah, karena biasanya disertai dengan manifestasi fisik, seperti misalnya, jika kita memberikan sugesti kepada karyawan agar berlaku jujur, tidak koruptif, bunyinya: "Saya orang jujur, orang disiplin. Karenanya, jika saya mencuri waktu atau harta milik perusahaan, saya akan
bersin-bersin!"
— Maka jika kelak ia berlaku koruptif, pikiran bawah sadarnya akan mencipta manifestasi fisik berupa bersin-bersin. Itulah yang dinamakan Psikosomatis (psiko-pikiran; soma=badan; itis=sakit) yang banyak ditemui di rumah sakit bagian internist atau psikiatri
- Jadi, HYPNO-THERAPY adalah science dan bukan magic, sah diajarkan di universitas Amerika maupun Eropa
• Setelah acara 'brain-washing' dilanjutkan dengan acara 'brainstorming untuk menggali ide-ide inovatif dan terobosan baru guna meningkatkan penjualan dan profit perusahaan.
• Hal itu dilakukan setiap bulan sampai target tahunan tercapai.
Pertanyaannya:
Siapakah orangnya yang mengkoordinir semua hal di atas? 
Apakah Top Management?

Jangan. Sebaiknya orang luar yang kompeten, independen, dan prof it-minded, yakni profesional yang menguasai business skills secara comprehensive-integrated, yang berfungsi sebagai Groundbreaker, Fasilitator, Mentor, dan Change Leader. 

Mengapa jangan orang dalam?

Karena orang dalam sudah terlalu dekat dengan perusahaan, sehingga tidak lagi bisa membedakan mana persoalan dan mana yang bukan, mana peluang dan mana yang bukan. Ibaratnya seperti orang yang makan durian dan bersendaiva di dalam mobil her AC. la tidak merasa atau mencium bau menyengat yang tercium oleh penumpang lain, mengapa? Karena di perutnya telah banyak bau durian!

Alasan lain:
Dalam banyak kasus, orang dalam tidak akan sanggup menerapkan Manajemen Meritokratis yang memberikan kompensasi (negatif atau positif) secara konsisten-konsekuen tanpa pandang bulu, kepada
orang yang lama dikenalnya.

Perlu diketahui bahwa melakukan program revolusi bisnis yang memerlukan tindakan cepat-tepat, tegas-adil, bukan hanya memerlukan skills, melainkan juga 'guts', yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh 'external temporal executive' atau konsultan, secara impersonal dan profesional.
Share this article :
 
TEMPLATE ASWAJA| Success = Dream x Work x System - All Rights Reserved